Selasa, 16 Januari 2018

Mengenal Gejala Asma pada Anak Sejak Dini


Setiap manusia sangat rentan pada penyakit karena penyakit tidak memandang bulu. Bisa terkena pada anak-anak, dewasa, dan orang tua.

Maka dari itu, orang tua harus memperhatikan kesehatan anak. Anak-anak sangat mudah terkena penyakit, seperti penyakit ringan ataupun berat, suatu penyakit tidak akan memandang umur pada seseorang.

Sebelum terjadinya penyakit muncul dalam diri manusia, maka sebaiknya melakukan pencegahan. Tetapi kebanyakan orang akan ke dokter atau cek setelah terserang penyakit tersebut.

Salah satu penyakit yang sering dialami pada anak atau diserang adalah asma. Ini karena lingkungan berpolusi di kota-kota besar sehingga memicu anak mengalami penyakit itu, yang pada awalnya ditandai dengan sesak nafas.

Pada dasarnya asma adalah suatu penyakit kronis yang belum ditemukan sampai sekarang obatnya atau tidak bisa untuk dihilangkan. Anak-anak belum memiliki sistem imun yang kuat sekali, sehingga sangatlah mudah untuk terkena asma. Tetapi asma pun bisa muncul dari keturunan atau muncul memang karena ada sebab.

Asma bisa muncul secara tiba-tiba pada anak 5 tahun karena keturunan dari orang tuanya, tetapi jika orang tuanya tidak mempunyai penyakit asma, hal tersebut bisa muncul karena dari kakek atau neneknya dari generasi sebelum anak tersebut.

Menurut dari pengalaman saya, yang akan dirasakan oleh anak-anak ketika pertama kali mengalami gejala asma yaitu batuk, lalu mereka mengalami susah nafas, akan mengalami tekanan seperti anak dipaksa harus bernafas dari mulut karena sulit untuk bernafas seperti orang normal.

Nafas pada paru-paru anak akan mengalami suatu bunyi yang tidak biasa yaitu suara seperti monster ngamuk dan akan mengalami beberapa getaran di dadanya. Pada hal tersebut pertama kali yang harus dilakukan orang tua setelah anak mengalami hal tersebut jangan didiamkan, tetapi harus segera dibawa kerumah sakit agar diperiksa lebih lanjut.

Jika anak sudah terkena debu, sangatlah sulit untuk bernafas normal. Maka dari itu haruslah mengubah pola hidup dan makanan. Hindarkan anak dari suku udara yang terlalu dingin dan tak boleh terpapar debu.

Semisal di kamar anak. Ada baiknya mengatur temperatur penyejuk udara tak terlalu dingin. Juga hindarkan anak dari mainan atau boneka yang bisa menyimpan banyak debu, sebab itu bisa memicu asma.

Kalau makanan, menurut dr. David Ridarwan Liunanda, Sp.P yang pernah menangani asma saya, terlalu banyak mengansumsi garam atau MSG dapat memicu terjadinya sesak nafas. Beberapa bulan yang lalu teman ibu saya mempunyai teman yang punya penyakit asma dan setelah makan barbekyu, kata dokternya, harus memakai inhaler karena dapat memicu sesak nafas.

Untuk penderita asma diharapkan jangan terlalu sering meminum kopi karena hal tersebut dapat menyebabkan degup jantung yang sangat kencang sehingga dapat sulit untuk bernafas. Obat yang diberikan oleh dokter adalah inhaler yang mengandung Symbicort budes/formoterol. (cnnindonesia).



0 komentar: