Kamis, 22 Februari 2018

Menghadapi SNMPTN 2018, 4 Hal ini Perlu Dilakukan Orang Tua untuk Bantu Anak Tentukan Pilihan Study


Pendaftaran penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018 telah dibuka sejak 20 Februari 2018. Seperti diberitakan beberapa media, jumlah peserta SNMPTN 2018 akan ditingkatkan dari tahun lalu. Tentu ini menjadi hal yang positif, karena akan memperbesar peluang peserta bisa diterima.

Hal yang menjadi perhatian peserta biasanya menyangkut pilihan studi dan perguruan tinggi yang diinginkan. Memilih 2 hal tersebut memang sudah seharusnya menjadi keputusan anak. Bagaimana peran orang tua ?

Kadang tidak disadari, sebagai orang tua anda memaksakan kehendak pada anak, meskipun maksud dan tujuannya baik untuk masa depan anak, Namun anda harus ingat bahwa mereka memiliki hak untuk memilih dan menentukan. Sebagai orang tua, peran Anda adalah meyakinkan serta mendukung mereka, khususnya jika mereka belum tahu betul apa yang ingin mereka pilih.

Untuk mendampingi anak dalam menghadapi SNMPTN, sebagai orang tua anda perlu melakukan  4 hal  berikut :

1. Cari tahu minat anak
Memilih bidang studi bisa dibilang merupakan hal yang paling sulit untuk anak. Sebagian anak tahu apa bidang yang ingin mereka geluti, tetapi sebagian ragu atau bahkan tidak tahu apa yang harus mereka ambil. Dalam situasi seperti ini, Anda harus aktif bertanya. Contohnya seperti di mana mereka ingin bersekolah, lingkungan apa yang mereka cari, universitas apa yang mereka tuju, apa kegiatan sekolah yang paling disenangi, dan sebagainya. Dengan bertanya, Anda dapat membantu anak menentukan apa yang ia inginkan berdasarkan minat dan kesenangannya.

2. Mengumpulkan informasi yang cukup dan memadai
Banyak sekali jurusan dan universitas yang dapat dipilih oleh anak beserta segala persyaratannya. Karena itu, penting bagi orang tua untuk membantu mereka mencari informasi yang lengkap untuk dijadikan bahan pertimbangan anak. Contohnya, Anda bisa menemani mereka datang ke universitas-universitas yang ingin ia tuju untuk mendapatkan informasi lengkap. Selain itu, pastikan mereka tidak melewatkan hal-hal administratif seperti menyiapkan berkas pendaftaran, mengingatkan batas terakhir pendaftaran, dan lain-lain.

3. Jadi pendengar yang baik
Jadilah pendengar yang baik saat anak sedang berdikusi dengan Anda. Jangan langsung keluarkan nasehat soal pengalaman Anda atau hal lainnya yang dapat membuat anak merasa tidak didengar. Biasanya, saat anak sedang berdiskusi soal sekolah, mereka sedang mencari tahu apa sebenarnya yang mereka inginkan. Lebih baik, dengarkan mereka hingga mereka dapat menarik kesimpulan atau jawaban dari pertanyaannya. Respon terbaik yang dapat Anda berikan adalah memberikan ide-ide baru untuk dipertimbangkan daripada menjelaskan apa yang akan Anda lakukan jika berada di posisi mereka.
 
4. Bersikap suportif
Jika anak menunjukkan minat di bidang yang tidak Anda senangi, jangan menghakimi mereka. Biarkan mereka bertanggung jawab dengan keputusan mereka dan belajar menghadapi kompleksitas realita di dunia. Hal yang penting adalah mendampingi, memberi pengarahan dan tidak menghakimi, serta mendukung keputusan mereka. Satu hal yang harus Anda ingat adalah lingkungan kampus akan membuka banyak kesempatan baginya untuk belajar tentang realita dunia, apalagi soal luasnya dunia pekerjaan. 


0 komentar: