Kamis, 22 Februari 2018

Perlakuan Keji Dibalik Bisnis Kuliner Daging Anjing


Tidak sulit untuk menemukan warung-warung daging anjing di kota Solo. Yah, Solo menjadi kota dengan konsumsi daging anjing tertinggi di provinsi Jawa Tengah. Warung daging anjing akan menawarkan berbagai jenis kuliner, mulai dari apa yang disebut dengan nama sengsu hingga sate anjing.

Pada 2017, LSM Dog Friend Surakarta seperti ditulis kompas.com, mencatat setidaknya 1.200 anjing dipotong setiap hari untuk dikonsumsi warga kota. Sebagian dari anjing-anjing itu didatangkan dari Jawa Barat atau Jawa Timur.


Warung-warung daging anjing di Solo sudah menjamur selama berpuluh-puluh tahun dan keberadaannya tak pernah diusik semua wali kota, termasuk Joko Widodo yang saat ini menjadi presiden Indonesia. Menurut Wali Kota Solo saat ini, FX Hadi Rudyatmo bahwa hal ini tak bisa dilarang karena tak ada regulasi yang bisa digunakan untuk melarang.

Namun ada yang menjadi perhatian beberapa pihak tentang perlakuan keji dibalik bisnis daging anjing ini. Menurut Ketua Dog Friends Surakarta Fredy Irawan, bisnis ini melibatkan praktik-praktik yang kejam. Bahkan, lanjut dia, sering kali anjing tidak dipotong, tetapi dicekik atau ditenggelamkan hingga mati.

"Ini penyiksaan. Sebab, pelanggan yakin, daging anjing jauh lebih nikmat jika darah anjing tidak mengalir saat hewan itu dibunuh," ujar Fredy.

Pada 2017, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah mengatakan, Solo menjadi kota dengan konsumsi daging anjing tertinggi di provinsi itu. Dinas Peternakan mencatat, setidaknya 400 anjing dipotong setiap hari. Angka ini meningkat drastis dari hanya 63 anjing yang dipotong pada 2015.

Selain di Solo, riset yang dilakukan Yayasan Perubahan untuk Hewan (CFAF) menunjukkan, level konsumsi daging anjing juga amat tinggi di Provinsi Sulawesi Utara. CFAF menemukan, setidaknya 8.000 anjing, termasuk hewan yang dicuri dari kediaman warga atau diambil di jalanan, dipotong setiap pekannya.

"Amat penting untuk menghentikan penjualan daging anjing, tidak hanya untuk kesejahteraan hewan, tetapi juga untuk kesehatan manusia," kata Lola Webber dari CACF.

Lola menambahkan, tidak mengonsumsi daging anjing bisa membantu mencegah penyebaran rabies kepada manusia.



0 komentar: