Sabtu, 08 Desember 2018

Maraton Tetap Layak Jadi Pilihan Olahraga Bahkan Hingga Usia Senja


Lari maraton sebagai sebuah sarana hiburan dan olahraga merupakan salah satu yang cocok dilakukan bahkan hingga usia senja. Namun tetap ada beberapa hal yang harus kita perhatikan jika melakukannya di usia yang tak lagi muda.

Jika kondisi tubuh sehat dan terlatih, siapa pun boleh mengikuti lari maraton. Tidak ada batasan usia dalam melakukan olahraga ini.

"Pelari tertua dari India berhasil menyelesaikan lari maraton di usia kalau tidak salah 102 tahun," kata dokter spesialis kedokteran olahraga Andi.

Sehingga, menurut Andi berapapun usianya, boleh mengikuti lari maraton asalkan memiliki kondisi tubuh yang baik. Terlebih, jika dari usia muda memang sudah dilatih untuk mengikuti olahraga semacam ini.

"Intinya gini, ketika kita terlatih dengan baik, tidak ada masalah untuk lari di usia 40 atau 50. Semenjak muda rajin latihan lari tidak masalah," kata Andi yang merupakan dokter dari Indonesia Sports Medicine Center ini.

Namun, yang jadi masalah adalah ketika di usia 40, seseorang mengikuti lomba lari maraton hanya ikut-ikutan saja tanpa persiapan apa pun.

"Tanpa mengetahui kondisi tubuh kita, tanpa memeriksa tubuh kita, itu yang berbahaya," tambahnya.

Andi sendiri menyarankan, mereka yang memiliki kondisi penyakit jantung sebaiknya tidak ikut lari maraton. Hal tersebut untuk mencegah masalah yang lebih serius.

"Jadi mereka yang punya penyakit jantung tidak direkomendasikan untuk ikut atau bahkan sampai lari yang full maraton. Tapi masih boleh olahraga lari, dengan batasan tertentu, durasi tertentu, dengan latihan yang tertentu juga," jelasnya.

Hal tersebut dikarenakan, lari adalah olahraga yang membutuhkan jantung untuk berdenyut dengan sangat cepat.



(liputan6/merdeka)

0 komentar: